Kamis, 21 September 2023

Jet Tempur F-16 AS Kejar Pesawat Cessna Citation, Ada Apa?

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) mengerahkan jet tempur F-16 untuk mengejar pesawat sipil Cessna Citation yang melanggar wilayah udara di sekitar Washington DC. Berdasarkan penyelidikan otoritas terkait, Pilot Cessna tidak sadarkan diri hingga menabrak pegunungan Virginia dan menewaskan seluruh awak pesawat.

Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) mengejar pesawat Cessna dengan F-16 pada Minggu sore. NORAD memastikan pesawat jatuh bukan karena ditembak, melainkan pilot tidak responsif saat F-16 berusaha melakukan kontak.

“Pilot tidak responsif dan Cessna itu kemudian jatuh di dekat Hutan Nasional George Washington di Virginia,” tulis Angkatan Udara AS melalui Twitter NORAD Command.

Baca Juga: Turki Kirim Pasukan untuk Bantu Meredam Konflik di Kosovo

Saat terbang mendekati pesawat Cessna, jet tempur F-16 disebut memang diizinkan untuk terbang dengan kecepatan supersonik yang memicu dentuman sonik di area Washington DC.

“Pesawat NORAD diizinkan terbang dengan kecepatan supersonik dan suara ledakan sonik mungkin terdengar oleh penduduk di wilayah tersebut. NORAD berusaha menjalin kontak dengan pilot hingga pesawat itu jatuh,” jelasnya.

Menurut Badan Penerbangan Federal AS, Cessna yang jatuh itu milik Encore Motors of Melbourne. Penumpang yang berada di pesawat itu merupakan pengasuh, anak dan cucu dari pemilik Encore, John Rumpel.

Baca Juga: Nigeria Beli 24 Pesawat Leonardo M-346FA dari Italia

Dilansir dari CNN, Selasa (6/6), Otoritas penyelidik menduga penyebab pilot dan seluruh penumpang Cessna tidak sadarkan diri yaitu hipoksia atau kekurangan oksigen dalam darah.

Hipoksia merupakan risiko berbahaya ketika terbang di ketinggian yang disebabkan oleh dekompresi kabin bertekanan jet. Cessna meluncur dari East Tennessee ke Long Island, New York, pada ketinggian 34.000 kaki (sekitar 10.300 meter). Dalam ketinggian itu, pilot memiliki waktu 30 hingga 60 detik untuk mengenakan masker oksigen saat tekanan turun atau berisiko jatuh pingsan.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) mengaku penyelidikan masih terus dilakukan di tempat jatuhnya pesawat. Mereka berharap akan menemukan black box, atau perangkat yang digunakan untuk merekam data penerbangan. (bp)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER