Kamis, 22 Februari 2024

Indonesia-Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Dua Negara

BACA JUGA

Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu dan Menteri Pertahanan Jepang Kishi Nobuo menggelar pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan (2+2) Jepang – RI yang kedua dengan Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi dan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto di Tokyo, Selasa, 30 Maret 2021.

Pertemuan sesi kedua dimulai pukul 15:20 (WIB) dan berdurasi lebih kurang 1 jam 40 menit. Sejumlah isu dan kerja sama dibahas dalam pertemuan ini. Berikut di antaranya:

Pertama, keempat Menteri sepakat bahwa ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dan Free and Open Indo-Pacific (FOIP) berbagi banyak prinsip yang fundamental. Itu sebabnya, kedua negara siap mendorong kerja sama yang nyata sebagai ‘mitra strategis’ yang berbagi nilai-nilai dasar yang sama demi mewujudkan FOIP dan AOIP.

Kedua, terkait kerja sama bilateral, keempat Menteri menyambut baik penandatanganan Perjanjian antara Pemerintah Jepang dan Indonesia tentang Pengalihan Alat dan Teknologi Pertahanan serta sepakat untuk mempromosikan kerja sama keamanan antara kedua negara berdasarkan perjanjian tersebut.  

Selain itu, pihak Jepang telah menyampaikan keputusan untuk memberikan pinjaman senilai 50 miliar yen di bidang penanggulangan bencana. Selanjutnya, mereka juga sepakat mendorong kerja sama di bidang maritim, termasuk pembangunan pulau terluar dan pengawasan dan penegakan hukum laut, serta kerja sama di bidang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Di samping itu, keempat Menteri juga sepakat mempromosikan kerja sama di kawasan sekitar Laut Sulu dan Laut Sulawesi. Mereka juga menegaskan untuk memperkokoh kerja sama di bidang keamanan ekonomi, termasuk rantai pasokan dan digital, serta penanggulangan terorisme.

Ketiga, kerja sama di situasi regional dan arena internasional. Dua kerja sama ini tentu tak luput dari perhatian utama dalam agenda pertemuan tersebut. 

Pihak Jepang telah menyampaikan keprihatinan yang keras terhadap Korea Utara yang meningkatkan kemampuan nuklir dan rudalnya—yang bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB.  Jepang juga mengecam keras peluncuran rudal balistik yang dilakukan Korea Utara beberapa waktu lalu.  

Berdasarkan hal tersebut, keempat Menteri menegaskan sangat penting bagi Korea Utara untuk melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB secara utuh demi penghapusan seluruh senjata pemusnah massal dan rudal balistik dengan jangkauan apapun secara utuh, dapat diverifikasi, serta tidak dapat diubah.  

Selanjutnya, Jepang memohon pengertian dan dukungan Indonesia demi menyelesaikan masalah penculikan warga negara Jepang dengan cepat. Indonesia menyampaikan dukungan atas hal tersebut.

Pada kesempatan itu, Jepang menyampaikan keinginan untuk mendorong kerja sama yang nyata berdasarkan ‘Joint Statement of the ASEAN-Japan Summit on the Cooperation on ASEAN Outlook on the Indo-Pacific’. Jelang peringatan 50 Tahun Kerja Sama dan Persahabatan Jepang – ASEAN pada tahun 2023, Jepang juga menyampaikan harapan untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia yang akan menjadi ketua ASEAN pada 2023.  

Selain itu, Jepang menyatakan bahwa pihaknya mendukung sentralitas dan kesatuan ASEAN bersama dengan negara-negara yang sependapat yang lain dan tetap ingin bekerja sama dengan ASEAN.  

Menanggapi hal tersebut, Indonesia menyatakan bahwa mereka akan berusaha keras untuk mengembangkan hubungan antara Jepang dan ASEAN.

Keempat Menteri juga menyuarakan keprihatinan yang berat terhadap situasi terkini di Myanmar dan sepakat untuk tetap bekerja sama secara erat. Mereka juga bertukar pendapat tentang situasi Timur Tengah dan sebagainya. (issa/wan)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER