G7 Kerja Sama Selidiki Kejahatan Perang di Ukraina

BACA JUGA

ads-custom-1

Jakarta, IDM – Negara anggota G7 sepakat untuk bekerja sama dalam menyelidiki kejahatan perang di Ukraina, Selasa (29/11). Mereka berkomitmen untuk mengumpulkan barang bukti dan memastikan keadilan diberlakukan sesuai hukum internasional. Tujuannya agar memiliki bukti yang lebih aman dan terhindar dari praktik pemalsuan.

Para Menteri Hukum G7 bersama Jaksa Mahkamah Pidana Internasional, Komisi Eropa dan Menteri Hukum Ukraina melakukan pertemuan di Berlin, Jerman pada 28-29 November 2022. Pertemuan ini membahas strategi tentang cara memperketat penyelidikan kejahatan perang di Ukraina oleh Rusia.

Dalam deklarasi yang dibentuk setelah pertemuan itu, melalui Mahkamah Pidana Internasional, G7 berkomitmen membentuk penuntutan pidana atas kejahatan internasional. Mereka akan memastikan bukti-bukti yang terkumpul memenuhi persyaratan hukum internasional dan dapat digunakan lintas yurisdiksi.

“G7 bukan hanya kelompok yang terdiri dari kekuatan industri besar. Kami berbagi nilai fundamental dan menolak kejahatan perang,” ujar dokumen deklarasi dilansir Bmj.de.

Baca: Cina: Kapal AS Terobos Wilayah Laut Cina Selatan

G7 mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan lembaga terkait dan otoritas Ukraina untuk penyelidikan yang menyeluruh. Salah satunya dengan Genoside Network, sebuah badan dibawah Uni Eropa yang bertugas menyelidiki serta menuntut genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Kami mengutuk dengan keras perang agresi Rusia melawan Ukraina. Federasi Rusia terang-terangan melanggar hukum internasional, khususnya Piagam PBB,” tegas G7. (bp)

ads-custom-2

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

BERITA TERBARU

ads-custom-5

POPULER