Senin, 4 Maret 2024

Filipina dan Cina akan Diskusikan Wilayah Laut Cina Selatan

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Filipina dan Cina akan menjalin komunikasi langsung antara kementrian luar negeri dalam membahas wilayah yang memiliki klaim tumpang tindih. Hasil dari kesepakatan nanti diharapkan dapat menghindari konflik yang tidak diinginkan.

Dilansir dari Kemenlu Filipina, Jumat (30/12), Perjanjian bilateral yang akan ditandatangani oleh Menlu Filipina Enrique Manalo dan Menlu Cina Wang Yi dilakukan untuk membangun komunikasi langsung di berbagai tingkatan. Presiden Filipina Ferdinand Bongbong Marcos pun akan bertemu Presiden Cina Xi Jinping di Beijing pada 3 hingga 5 Januari 2023. Tujuan dari pertemuan ini adalah “Menghindari salah perhitungan dan miskomunikasi di Laut Filipina Barat,” ujarnya.

Sebelumnya, Marcos bersikeras tidak akan membiarkan Cina mengklaim hak maritim. Bahkan, Filipina mengerahkan militernya untuk meningkatkan patrol militer di perairan yang diperebutkan yaitu sekitar Kepulauan Spartly di Laut Cina Selatan. Namun, manila menyebut perairan sebelah barat Filipina tersebut sebagai Laut Filipina Barat.

Baca: Korsel Gelar Latihan Militer Anti Drone

“Kami akan terus menegakkan kedaulatan negara kita. Kami menginginkan situasi damai dan stabil di Laut Filipina Barat,” ujar Marcos.

Sejak tahun 2016, Cina telah memperkuat posisinya di Laut Cina Selatan dengan mengubah ribuan hektar terumbu karang menjadi pulau-pulau buatan di kepulauan Spratly. Pulau-pulau itu dilengkapi landasan pacu, pelabuhan, dan sistem radar. (bp)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER