Delapan Fokus Kerja Andika Perkasa, Salah Satunya Interoperabilitas Trimatra

282
Delapan Fokus Kerja Andika Perkasa

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test calon Panglima TNI di Komisi I DPR hari ini, Sabtu, (6/11). Pada kesempatan tersebut Andika menyampaikan delapan fokus implementasi yang akan menjadi focus utamanya.

Pertama, Andika akan fokus pada penguatan pelaksanaan tugas-tugas TNI yang didasarkan pada peraturan perundangan-undangan. Menurut Andika, tugas TNI harus dikembalikan kepada peraturan UUD 1945.

“Tugas TNI yang selama ini kami jalani memang sudah sesuai dalam UU, tetapi memang detailnya, implementasinya masih banyak kelemahan-kelemahannya dan itu yang menjadi prioritas utama saya bagaimana mengembalikan tugas-tugas ini dengan benar-benar sesuai dengan peraturan perundangan-undangan dan tidak kelebihan. Harapan saya tidak mengambil tugasnya sektor kementerian atau lembaga lain,” terang Andika.

Kedua, penguatan operasi pengamanan perbatasan baik darat, udara dan wilayah laut. Andika mengatakan hal ini sebenarnya sudah diatur dalam UU oleh kementerian pertahanan. Pengamanan perbatasan harus jadi fokus untuk ditingkatkan.

Ketiga, peningkatan kesiapsiagaan satuan TNI untuk tugas Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Dalam hal ini, menurut Andika harus difokuskan dan banyak yang bisa dilakukan untuk lebih siap baik menghadapi tugas-tugas.

Keempat, peningkatan operasional siber. Andika memastikan saat ini perkembangan teknologi siber sudah hadir di berbagai sektor dan tidak bisa dihindarkan, oleh karena itu harus difokuskan dan ditingkatkan.

Kelima, peningkatan integritas intelijen terutama di wilayah konflik. Hal ini harus diprioritaskan menurut Andika, baik itu konflik horisontal maupun vertikal.

Keenam, pemantapan interoperabilitas Trimatra terpadu dalam pola operasi TNI. Andika memastikan keterpaduan antara Trimatra akan sering dilakukan dan disatukan. Hal ini dimaksudkan agar saling mengetahui kelemahan dan kekurangannya dan hal ini tidak bisa dihindari dalam kondisi saat ini.

Ketujuh, penguatan integrasi penataan organisasi untuk mewujudkan TNI yang adaptif. “Penataan organisasi masih banyak ruang untuk perbaikan. Di sana-sini saya melihat banyak kekurangan yang masih bisa kita perbaiki untuk membuat teamwork atau kerja sama tim menjadi bagus,” kata Andika.

Dan yang terakhir kedelapan, keaktulisasian peran diplomasi dalam kerangka kebijakan politik luar negeri.

“Ini jadi fokus penting yang akan saya lakukan jika dipercaya jadi Panglima TNI,” tutup Andika. (rr/nhn)