China dan Iran Sepakat Perkuat Kerja Sama Pertahanan

BACA JUGA

ads-custom-1

Jakarta, IDM – China dan Iran sepakat untuk memperluas kerja sama di bidang militer dan pertahanan pada saat kunjungan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe ke Teheran, Rabu (27/4) dan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat senior Iran, termasuk Presiden Iran Ebrahim Raisi.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri mengatakan kepada wartawan bahwa pertemuan tersebut untuk memperluas kerja sama bilateral dalam latihan militer bersama, pertukaran strategi dan beragam isu lainnya.

“Dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan China, kami sepakat untuk memperluas kerja sama bilateral dalam latihan militer bersama, pertukaran strategi, masalah pelatihan dan bidang umum lainnya antara angkatan bersenjata kedua pihak. Sehingga, kami dapat memberikan keamanan yang lebih baik,” ujar Bagheri dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (29/4).

Pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan strategis antara Beijing dan Teheran. Wei juga menambahkan akan meningkatkan hubungan dan memberikan keamanan terutama dalam situasi kritis dan tegang saat ini.

Wei bertemu dengan Menteri Pertahanan Iran, Mohammad Reza Ashtinai mengkritik kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di kawasan itu dan di tempat lain. “Di mana pun militer AS hadir, mereka telah menciptakan gelombang ketidakamanan, ketidakstabilan, keretakan, pesimisme, perang, kehancuran dan pemindahan,” ujar Ashtinai.

Sejak 2019, China dan Iran telah menyelenggarakan latihan angkatan laut bersama dengan Rusia di Samudra Hindia pada bulan Januari dan hal tersebut merupakan latihan yang ketiga. Beberapa tahun terakhir, di tengah ketegangannya dengan AS. China dan Iran meningkatkan hubungan militer.

Selain itu, Presiden Raisi mengatakan akan menghadapi unilateralisme dan menciptakan stabilitas dan ketertiban melalui kerja sama kekuatan yang independen dan memiliki persepsi yang sama.

China menjadi salah satu negara yang ikut menandatangani kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Perjanjian kerja sama selama 25 tahun, tujuannya adalah untuk memperkuat hubungan ekonomi dan politik. (BFM)

ads-custom-2

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

BERITA TERBARU

ads-custom-5

POPULER