Cabut Hak Veto, Turki Dukung Finlandia dan Swedia Gabung NATO

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Pascapembicaraan empat arah dengan para kepala negara dan pemerintahan NATO di KTT Madrid, Rabu (29/6), Turki mencabut hak vetonya atas keinginan Finlandia dan Swedia untuk menjadi anggota pakta pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Pencapaian kesepakatan trilateral tersebut terjadi setelah sebelumnya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Presiden Finlandia Sauli Niinisto dan Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson, pada Selasa (28/9).

“Hari ini, kami telah memutuskan untuk mengundang Finlandia dan Swedia untuk menjadi anggota NATO, dan setuju untuk menandatangani Protokol Aksesi,” kata para anggota NATO, dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (30/9).

Dalam penandatanganan memorandum tersebut, salah satunya juga dibahas perihal keprihatinan Turki tentang ekspor senjata dan perang melawan terorisme. Melalui Protokol Aksesi Finlandia dan Swedia, kedua negara Nordik itu merasa lebih aman, pun membuat NATO lebih kuat dan kawasan Euro-Atlantik lebih aman.

“Dalam setiap aksesi ke Aliansi, sangat penting bahwa masalah keamanan yang sah dari semua sekutu harus ditangani dengan benar,” ujarnya.

Sebelumnya, invasi Rusia ke Ukraina sejak Februari 2022 membuat Finlandia dan Swedia yang tadinya netral, beralih mencari perlindungan NATO dengan mengajukan diri untuk bergabung sebagai anggota aliansi militer itu pada bulan lalu.

Namun, Turki sebagai anggota lama NATO sejak 1959, sempat menolak tawaran keanggotaan kedua negara Nordik itu, karena dinilai menoleransi dan mendukung Kurdi yang dianggap sebagai teroris di Turki. (at)

EDISI TERBARU

sidebar

BERITA TERBARU

POPULER