Australia Perbarui Sistem Navigasi Kapal Penjaga Batas-Laut Arafura

73
Visualisasi kapal patroli penjaga batas-laut (OPV) Arafura yang sedang dikonstruksi di bawah program Sea1180 Fase 1 Australia./Dok. Lürssen Australia

JAKARTA, IDM – Pemerintah Australia terus berupaya meningkatkan pertahanan maritim. Mereka melengkapi kapal patroli penjaga batas-laut (offshore patrol vessels, OPV) Arafura-class dengan teknologi mutakhir. Yakni, sistem navigasi inersia dan gyrocompass produksi iXblue. 

iXblue merupakan perusahaan high-tech global yang khusus membidangi desain dan manufaktur teknologi kelautan. Termasuk sensor dan automasi industri. 

Sementara menurut iXblue, dalam pernyataan yang dirilis pada 25 Agustus 2020, sistem yang akan dilekatkan pada Arafura-class didasarkan pada teknologi ‘cakram’ giroskop optik-fiber.  

“… sistem navigasi inersia iXblue akan meningatkan kemampuan navigasi yang akurat dan tepercaya 12 kapal Arafura-class di semua lini, termasuk area operasional di luar jangkauan sistem satelit navigasi global (GNSS),” tambahnya, seperti dilansir Janes.

Namun, kabar baik berhenti sampai di sini. iXblue enggan mengungkapkan informasi lebih lanjut tentang rincian sistem yang akan dilekatkan pada OPV.

Perusahaan itu memiliki empat rangkaian produk navigasi inersia dan gyrocompass. Salah satunya dikenal sebagai produk dengan grade ‘strategi militer’. Produk tersebut bernama Marins Series. Memiliki kemampuan navigasi otomatis ‘siluman’ (tak bisa dideteksi) dan dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen tempur yang saat ini sudah banyak beredar di pasaran.

OPV Arafura-class dibeli di bawah program pemerintah SEA1180 Fase 1. Armada itu diproyeksikan untuk menggantikan kapal patroli Armidale-class dan Cape-class. Kontrak dengan produsen kapal Jerman, Lürssen, yang diteken akhir Januari 2018 itu bernilai 3,6 miliar dolar Australia. 

Kapal ini beratnya standar—pada angka 1.640 ton. Panjangnya 80 meter, dengan lebar 13 meter. Lambung kapal mencapai 4 meter. Kapal ini dilengkapi 40 awak dan dapat menampung 60 personel.

Pekerjaan konstruksi kapal pertama telah dimulai November 2018—disusul kapal kedua pada Juni 2019—di Galangan Kapal Angkatan Laut Osborne.  Sementara proyek kapal ketiga digarap di galangan kapal Henderson, Australia Barat, Maret 2020. (ISA/WAN)