Selasa, 21 Mei 2024

ASPI: Cina Dominasi Teknologi, Waspada Dampaknya pada Stabilitas Perdamaian

BACA JUGA

Jakarta, IDM – The Australian Strategic Policy Institute (ASPI), merilis penelitian bahwa Cina selangkah lebih maju dari negara-negara lain di dunia dalam persaingan global soal terkait teknologi yang tengah berkembang saat ini.

Dilansir dari VOA, Rabu (7/6), ASPI melacak hasil penelitian ilmiah Cina selama lima tahun terakhir. Hasilnya, Cina cenderung memainkan peran utama dalam keunggulan teknologi di Indo-Pasifik maupun internasional.

“Selama lima tahun terakhir, Tiongkok menghasilkan 48,49% makalah penelitian berdampak tinggi di dunia dalam bidang mesin pesawat terbang canggih, termasuk hipersonik, dan Tiongkok menjadi tuan rumah bagi tujuh dari 10 lembaga penelitian teratas di dunia,” ungkap ASPI.

Baca Juga: Bendungan Pembangkit Listrik Ukraina Hancur, Ini Dampaknya Bagi Rusia

Menurut ASPI, teknologi utama yang didominasi oleh Cina yaitu drone, mekanika robotik luar angkasa, baterai listrik, energi nuklir, sensor kuantum, dan ekstraksi mineral kritis.

Analisis lebih lanjut menemukan bahwa sembilan dari 10 lembaga penelitian terkemuka terkait rudal hipersonik berbasis di Cina. Selain itu, Cina juga menjadi negara terunggul dalam penelitian terkait keamanan bawah laut.

“Cina memiliki keunggulan dalam hipersonik, peperangan elektronik, dan kemampuan pertahanan utama bawah laut,” jelasnya.

Baca Juga: Iran Pamer Rudal Hipersonik Fattah, Diklaim Mampu Tembus Pertahanan Udara Manapun

Menurut ASPI, jika tidak terkendali, hal ini tidak hanya dapat menggeser pengembangan dan kontrol teknologi, tetapi menimbulkan perlombaan senjata yang berdampak pada stabilitas perdamaian.

“Keunggulan Cina sangat tegas sehingga mereka menciptakan risiko yang signifikan bahwa Cina mungkin mendominasi terobosan teknologi masa depan,” jelasnya. (bp)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER